1 Agustus 2026
CPM atau Pay per Post (PPP)?
Ada dua cara membayar clipper, dan keduanya menyelesaikan masalah yang berbeda.
Per Views (CPM)
Bayaran naik seiring performa. Rp 5.000 per 1.000 views berarti video dengan 100.000 views menghasilkan Rp 500.000, dan video dengan 5.000 views menghasilkan Rp 25.000.
Cocok ketika: tujuanmu jangkauan. Kamu membayar untuk perhatian yang benar-benar didapat, bukan untuk usaha yang dikeluarkan.
Risikonya: budget bisa habis lebih cepat dari perkiraan kalau satu video meledak. Itulah gunanya maks. pembayaran per post.
Pay per Post (PPP)
Satu nilai tetap untuk setiap post yang memenuhi syarat. Rp 50.000 per post berarti sepuluh post menghasilkan Rp 500.000, tidak peduli views-nya 2.000 atau 200.000.
Cocok ketika: tujuanmu volume dan konsistensi. Kamu butuh sejumlah konten dengan spesifikasi jelas, dan performa masing-masing bukan yang utama.
Risikonya: kamu membayar sama untuk post bagus dan post biasa. Minimum views membantu — post baru dibayar setelah melewati ambang tertentu, jadi konten yang tidak ditonton sama sekali tidak menguras budget.
Perbandingan singkat
| Per Views (CPM) | Pay per Post (PPP) | |
|---|---|---|
| Bayaran | Naik seiring views | Tetap per post |
| Kapan dibayar | Bertahap, tiap sinkronisasi | Sekali, setelah lewat minimum views |
| Cocok untuk | Jangkauan, awareness | Volume, konten terspesifikasi |
| Kejutan budget | Mungkin, kalau ada yang viral | Hampir tidak ada |
| Prediktabilitas biaya | Rendah | Tinggi |
Cara memilih
Tanyakan satu hal: apakah kamu membeli perhatian, atau membeli konten?
Kalau yang kamu butuhkan adalah orang melihat pesanmu, bayar per views. Setiap rupiah terikat pada mata yang benar-benar melihat.
Kalau yang kamu butuhkan adalah dua puluh video vertikal untuk katalog produk minggu depan, bayar per post. Kamu tahu persis biayanya sejak awal.
Kombinasi yang sering dipakai
PPP jarang berdiri sendiri. Tiga pengaturan yang biasanya menyertainya:
- Minimum views — menyaring konten yang tidak ditonton siapa pun.
- Maks. post per akun — mencegah satu akun mengambil seluruh kuota.
- Minimum followers — memastikan videonya diposting dari akun yang punya audiens.
Tanpa ketiganya, PPP mudah dieksploitasi: sepuluh post seadanya dari akun kosong tetap dibayar penuh.
Belum yakin? Mulai dari CPM. Skema itu menyelaraskan biaya dengan hasil secara alami, dan kamu bisa memasang maks. pembayaran per post untuk mengendalikan sisi buruknya.



